PEMANFAATAN POTENSI SUMBER DAYA ALAM KELAUTAN DAN PERIKANAN UNTUK PENINGKATAN PEREKONOMIAN BANGSA
Pengembangan sumber daya alam (SDA) bersama dengan pembangunan ekonomi merupakan poin penting bagi pembangunan jangka panjang. Ditinjau dari kepulauan dan kelautan bangsa kita yaitu;
Territorial waters = 3,1 million km2
ZEEI = 2,7 million km2
Coastlines = 81.000 km
Islands = 17.504 (12.000 are inhabitants)
Potensi pembangunan SDA kelautan dan perikanan bisa digunakan untuk peningkatan perekonomian bangsa sebagai berikut; transportasi dan perhubungan, pelabuhan laut, perikanan tangkap dan budaya, pariwisata bahari, energi dan mineral lepas pantai, dan harta karun dari sisa-sisa kapal yang tenggelam di perairan laut Indonesia. Sehingga memungkinkan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat serta pembangunan ekonomi Maritim Indonesia, tapi apa yang kita hadapai sekarang bertolak belakang dengan harapan bangsa kita, ironisnya cuma sebatas angan-angan belaka.
Namun apabila kita mengambil dari firman Allah SWT, Dan Dialah yang menundukkan lautan supaya kamu dapat memakan dari padanya daging yang lembut, dan kamu keluarkan dari padanya perhiasan yang dapat kamu pakai; dan engkau lihat bahtera berlayar padanya, dan agar kamu mencari karunia-Nya supaya kamu bersyukur (Al Qur’an, Surat An Nahl Ayat 14).

"Bumi dan Air serta Kekayaan Alam yang Terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan sebsar-besarnya untuk kemakmuran rakyat (UUD 1945, Pasal 33 Ayat 2). Atas dasar inilah kita seharusnya bangga akan bangsa kita yang kaya akan potensi kelautan dan perikanan ".
Bangsa kita saat ini menghadapai potensi besar tetapi pemanfaatannya kecil, nelayan miskin, angka kemiskinan secara nasional tinggi, sehingga masalah yang ingin dipecahkan adalah apakah sumber daya alam kelautan telah teridentifikasi dan dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan sumber perekonomian bangsa, strategi kebijakan apa yang sebaiknya dirancang oleh Pemerintah Indonesia agar potensi SDA kelautan dan Perikanan dapat digunakan untuk sumber pembangunan Perekonomian bangsa, apakah pemerintah sudah merancang kebijakan yang tepat dan efektif untuk mengatasi permasalahan ini, kemudian sudahkah pemerintah mengevaluasi kebijakan dalam menggali potensi SDA kelautan dan perikanan, terlebih lagi sudahkah pemerintah menemukan strategi terkait dengan pembangunan SDA kelautan dan perikanan?.

Semua itu masih belum ada kejelasan dan realisasi secara kongkrit dalam rangka mensejahterakan masyarakat kita, dengan kata lain tingkat pemanfaatan yang masih rendah inilah menjadikan sektor kelautan dan perikanan semakin menurun. Dibandingkan kelebihan Indonesia yang memiliki potensi SDA kelautan dan perikanan Sangat besar, seharusnya bangsa kita menjadi bangsa yang kaya. Hal ini akan tercapai jika pemerintah membuat kebijakan yang berpihak terhadap pembangunan SDA kelautan dan perikanan, niscaya tidak akan ada rakyat indonesia yang menggangur dan miskin.
Potensi dan pemanfatan SDA kelautan dan perikanan. Transportasi laut, jumlah barang yang tidak terangkut oleh kapal dalam negeri sebesar 49,85 % atau 89, 9 juta MT pertahun, jumlah barang ke luar negeri yang tidak terangkut oleh kapal dalam negeri sebesar 95,21 % atau 322,5 juta MT pertahun. Hal ini akan menghasilkan dampak yang sangat besar bagi bangsa kita sehingga akan muncul dominasi kapal-kapal asing di wilayah Indonesia, kapal-kapal dalam negeri tersisih dari persaingan pelayaran, Capital Out Flow, kebijakan FOB dan CNF. Sedangkan kita tahu bahwa potensi untuk pengembangan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) sangat besar, dengan letak Indonesia yang strategis sangat memungkinkan kapal-kapal lokal ataupun asing dari penjuru dunia melewati laut kita.
Pelabuhan laut, mengapa pengembangan pelabuhan? Karena kelautan kita berpotensi sebagai gerbang ekonomi nasional atau daerah, Penghubung antara darat dan Laut, semakin meningkatnya aktivitas pelayaran yang menyebabkan penggunaan jasa pelabuhan laut meningkat, Peningkatan jumlah produksi barang dan jasa yang diangkut melalui pelabuhan laut, berkembangnya armada transportasi laut yang bersandar melalui Pelabuhan. Hal ini bisa kita tinjau dari kondisi pelabuhan laut nasional kita antara lain; Merupakan feeder dari Pelabuhan Singapura, barang-barang dari Indonesia diharuskan transit di Pelabuhan Singapore sebelum di ekspor, tingginya biaya transit menyebabkan produk dalam, negeri tidak kompetitif, sentralisasi pengelolaan pelabuhan, administrasi kepelabuhanan masih longgar sehingga rawan terhadap penyelundupan, Terdapat 461 Pelabuhan: Usa 8 Buah. Sedangkan nilai ekonomi pelabuhan laut bisa kita amati dari; Barang Yang Transit Sebanyak 4,3 juta TEUs pertahun, Biaya per TEUs US$ 70, biaya yang Dikeluarkan Eksportir di pelabuhan Singapore, sebesar US$ 301 juta/tahun, atau Sebanyak Rp. 2,4 triliun/tahun (Kurs Rp.8000/US$).WORLD TRADE: tahun 2004: US$ 12.5 T/tahun à2/3 MLLI Selat Malaka, tahun 2025 (WOLRD TO): US$ 30 T/tahun.
Perikanan tangkap, potensi perikanan 6,7 ton/tahun, dimanfaatkan: 3,9 juta ton/tahun. Para nelayan kita seharusnya bisa mencapai kesejahteraan tinggi ditinjau dari pertemuan kedua arus sehingga ikan tangkap di perairan Indonesia sangat melimpah.
Disamping itu kelautan kita berpotensi untuk wisata bahari, ± jumlah kunjungan wisatawan sekitar 200 orang/bulan. Sebut saja Mentawai objek wisata surving mentawai memiliki 23 titik ombak berstandar internasional pada sepanjang 758 km garis pantai dengan 213 pulau kecil besar, tersebar di daerah Nyang-nyang, Karang bajat, Karoniki, Pananggelat dan Mainuk (pulau siberu), Katiet basua (pulau sipoira) dan pantai selatan dan pantai utara (pulau Sikakap). Kemudian keindahan pulau Komodo, Wisata Bahari Likunan (Manado) yang nilai ekonomi pertahun mencapai 22 milyar/tahun, keindahan laut di Wakatobi yang nilai ekonominya mencapai 14,7 milyar/tahun dan masih banyak lagi kepulauandan laut yang dimiliki indonesia. jika kita bandingkan wisata bahari yang miliki Indonesia dengan negara tetangga kita Malaysia dengan perbandingan nilai ekonomi wisata bahari; Indonesia, Tulamben (bali): 29,4 miliar/tahun, Likuan (Manado): 22,0 miliar/tahun, Wakatobi (Buton): 14,7 miliar/tahun. Malaysia, Langkawi 100 pulau kecil :US$ 200 juta/tahun.
Pertambangan dan mineral lepas pantai, terdapat 60 cekungan minyak di laut lepas, dan diperkirakan 39 cekungan berada di kawasan timur Indonesia. Sumbangan mineral Lepas pantai (dalam Miliar US$): Jumlah Minyak dan Gas tahun 1998 = 3,54 tahun 1999 = 4,63 tahun 2000 = 6,54 Jumlah keseluruhan 14,71. Lifting Crude Oil dan Gas/LNG/LPG tahun 1998 = 2,61 tahun 1999 = 3,75 tahun 2000 = 3,00 Jumlah keseluruhan 9,36. Hal yang terjadi malah sebaliknya kita terpuruk , banyak sektor MIGAS yang belum kita kuasai sendiri malah negara asing yang mengambil keuntungan dari kekayaan bangsa kita dengan penanaman modal para investor asing sehingga yang terjadi adalah ketidak setimbangan keuntungan pada bangsa kita, belum ditambah kerugian yang kita dapat berupa pencemaran ekosistem laut yang secara logika pemodal hanya mengambil keuntungan dan tidak menghiraukan dampak bagi ekosistem kelautan yang ada di negara kita.
Harta karun,kapal-kapal sisa-sisa perang, kapal pengangkut barang pada masa lalu banyak sekali yang tenggelam diwilayah perairan kita periode 1400-1900 dan jumlah titik lokasi kapal tenggelam sebanyak 912 titik. Seperti keramik, emas, guci, diperkirakan terdapat 463 titik lokasi BMKT senilai US$ 1-5 milyar, saat ini sedang diproses Ijin Survey dan Pengangkatan BMKT di 4 lokasi: perairan Natuna US$ 18 juta, kapal Tangsing (tenggelam abad 18) diselat Bangka US$ 25 juta (sudah dilelang di Stutgart, Jerman), perairan Tuban 14.800 keramik dinasti Ming sudah dilelang Rp. 10 Triliun. Potesi ini bisa membuat kita menjadi bangsa yang besar jikalau kita ingin mengeksplorasi kekayaan kelautan dengan mengandalkan teknologi canggih pada saat ini sudah tidak ada yang tidak mungkin dan menjadikannya aset Negara yang dalam pengembangannya sangat luas misalnya sebagai benda temuan yang sangat berharga bagi ilmu pengetahuan, pendapatan Negara dari peninggalan yang belum tentu dimiliki Negara lain, namun pada saat ini belum ada di Negara kita yang meneliti hal ini, sehingga kita sering kecurian oleh Negara-negara yang sudah berteknologi super canggih dan cuma menyisakan setumpuk kekecewaan yang mendalam bagi bangsa kita, banyangkan saja kekayaan peninggalan yang sudah didepan mata hilang begitu saja hanya kerena kebijakan yang kurang mendukung SDA kelautan dan ilmu pengetahuan yang belum memadai menjadikan bangsa yang seharusnya kaya menjadi miskin.